Showing posts with label Ocehan2ku. Show all posts
Showing posts with label Ocehan2ku. Show all posts
Hampir jam 9 disini.
Seperti biasa, jalanan masih ramai dengan manusia-manusia yang bergerak kesana keamari dengan urusannya masing-masing. Warnet lumayan penuh hari ini, walaupun wajah yang sama masih mendominasi client. Akhirnya selesai juga memperbaiki speakerku yang kemaren dipinjem teman. Dan seperti yang aku duga sebelumnya, skpeakerku kembali dalam keadaan batuk. Suaranya jadi serak-serak karena kabel bagian dalamnya longgar. Huftttt…walaupun tidak begitu sempurna, tapi lumayanlah untuk menggantikan posisi speaker yang biasa dipakai disni. Entah kenapa speaker itu rusak. Waktu itu mati lampu cukup lama, dan ketika lampu hidup speaker itu malah ngambek tak mau hidup. Malas memperbaikinya, ya aku ganti aja pakai headset walaupun pelanggan complain karena tidak ada musik. Lama-lama bosan juga pakai headset, apalagi kalau nonton film efek-efek suaranya kadang tidak terlalu jelas terdengar. Lain lagi masalahnya kalau lagi denger lagu, ketika aku sedang asyik nyanyi-nyanyi mengikuti lagu yang kudengar pakai headset dengan suaraku yang merdu ini tiba-tiba banyak wajah-wajah geram memandang kearahku, karena tak tahu apa maslahnya aku santai aja meneruskan bakat hebatku ini, namun kemudian ada satu user yang berdiri sambil marah-marah kepadaku“berisik oi…suara lo kalo bagus sih nggak pa pa”
Omigod…sejak saat itu aku menahan hasrat ingin bernyanyi itu, susah banget, sama halnya seperti menahan kentut.
Itulah alasan terbesar aku menjemput speakerku sendiri untuk digunakan disini. Sekarang sudah berisik lagi, hahaha…walaupun sekali-sekali harus memukul bagian belakang speaker itu ketika dia sudah mulai batuk-batuk.
Ada yang suka lagu-lagunya Taylor Swift gak?
Eh, gini…gini…
Kebetulan lagi ada pasangan yang maen nih, sekalian aja kita bahas-bahas tentang cewek yuk.
Dan kebetulan lagi, aku mesen mie rebus nih, dan sangat kebetulan juga pesanan ku dah datang, jadi aku makan dulu aja deh. Hehehe
Asem, speaker berulah lagi…dah ahh biarin aja, capek.
Kalau boleh dibilang aku ini adalah tong sampah. Kenapa? Karena entah apa sebabnya aku telah jadi tempat teman-temanku berkeluh kesah, tempat curhatan. Dan tidak hanya satu atau dua orang, sudah banyak yang mengadukan masalah percintaannya padaku, sampai-sampai tetanggaku yang mau nikah besok harinya sempat curhat mengenai perasaannya. Ada yang bilang padaku seperti ini
“Lo salah ngambil jurusan Jo, mending lo masuk jurusan psikologi atau bimbingan konseling, lo kan goblok bahasa Inggrisnya”
Wedew, ujungnya ini yang bikin kesel.
Secara tak sadar mungkin aku punya bakat alam kali ya…soalnya aku biasanya tau sedikit banyaknya sifat seseorang dari wajah dan attitudenya, walaupun baru sekali lihat atau baru kenal. Jadi tiap kali orang curhat aku bisa tau sifat dia itu gimana dan dimana sumber masalahnya. Ada juga yang minta tips buat pedekate sama cewek incarannya. Tapi bukan berarti aku playboy atau banyak pacar. Kebetulan aku punya banyak temen cewek saperti halnya teman cowok. Jadi aku banyak tahu sifat dan keinginan cewek itu gimana. Tapi jujur saja, sampai saat ini aku masih menganggap hati cewek adalah salah satu dari misteri paling dalam di dunia ini. Setuju?
Pernah dengar istilah ini nggak, jangan pernah bertanya pada perempuan apa yang dia inginkan, karena dia sendiri tidak pernah tahu apa yang benar-benar dia inginkan. Yap..itu yang cewek bro, mereka dikuasai oleh hati dan perasaan serta emosinya, bukan otak dan logikanya seperti kita para cowok. Jadi, jangan pernah memaksakan logika kita pada cewek, gak bakalan nyambunggg. Tau nggak sob, mungkin kalau aku rating dari 5 orang cewek yang curhat padaku, 3 diantaranya mengalami masalah dengan pasangannya karena ulah dan sikapnya sendiri. 2 lagi baru benar-benar keslahan si cowok. Bukan berarti aku belain cowok lho. Dan aku juga tidak menyalahkan cewek itu, karena seperti aku bilang tadi, cewek bertindak dan bersikap berdasarkan perasaan dan emosinya.
Kita pasti sering nonton film-film romance percintaan seperti Ada Apa Dengan Cinta pastinya. Coba perhatikan, kenapa Cinta yang merupakan sosok cewek sempura itu lebih tertarik pada Rangga yang bukan siapa-siapa, cuma siswa pendiam yang lebih suka menyendiri. Aku rasa hal itu juga banyak terjadi di dunia nyata, coba edarkan pandangan kita, luaskan lagi ingatan kita, kadang-kadang ada seorang cewek cantik menggandeng tangan seorang cowok yang bisa dikatakan secara fisik tidak sesuai bergandengan dengan si cewek cantik. Atau kenapa justru cewek-cewek lebih suka tipikal cowok biang onar atau cowok badung dari pada cowok pintar. Mereka cendrung lebih suka jalan dengan anak band yang penampilannya rada asal-asalan. Kenapa coba?
Karena cewek menyukai tantangan juga, tipikal cowok diatas umumnya mampu membuat seorang cewek penasaran….inget, pe na sa rannnn…rasa ingin tahu cewek sangat besar, makanya suka curigaan, hahahaha…
Dan kenapa cewek suka dengan novel romance yang kadang-kadang bikin kita muntah membacanya, kenapa cewek suka nonton film India atau film-film cengeng sejenisnya. Itu karena film itu mengobok-obok perasaan dan emosi mereka.
Ini aku ambil dari sebuah sumber…
Dari survei online pembaca Men's Health, 42% perempuan nyaman dengan pria yang memiliki rasa humor, dan 38% perempuan lainnya luluh karena pria berhati tulus.
Sementara itu hanya 2% perempuan saja yang meletakkan tampang sebagai prioritas utama, serta 3% perempuan yang memilih pasangan hidup karena si lelaki sukses dalam karir dan mapan secara finansial.
Seperti halnya tangisan, tawa juga merupakan bagian dari emosi, dan humor adalah salah satu media pemancing tawa. Dan tertawa adalah perwakilan dari rasa bahagia, itulah salah satu hal yang membuat cowok dengan selera humor yang bagus menempati urutan pertama dari survey di atas.
Ada seorang cewek yang curhat padaku…
Adewhhhh…dah jam 3 dini hari nih, besok aku sambung deh…
Gini nih kalo kerja sambil nge game, hahaha
Kemaren malam, sehabis mandi, dua orang temanku datang kewarnet, sebut saja Yudha dan Aldo (bukan nama sebenarnya). Biasa sih, anak-anak memang seringkali menjadikan warnet ini sebagai tempat nongkring, sekaligus tempat tidur, ciakakaka. Kita ngobrol ngalor ngidul, tanpa topic utama, cerita lepas aja. Sampai akhirnya mulai berbagi kisah seram, aku suka cerita-cerita seram bareng teman-teman, menkutkan sih, bikin berdiri bulu roma, tapi asyik. Ini diawali dari cerita Aldo yang mengatakan kalau temannya baru melihat tuyul. Begini ceritanya…mmm….
Nggg….
Hmm….
Wedew…lupa aku detailnya.
Pokonya dia cerita kalau temannya ngeliat tuyul kemaren ini, kecil item, tapi temennya masih sempat bercanda
“Woi, jaga dompet lo…!” katanya
“Emang kenapa?” Tanya temannya yang satu lagi
“Kan baru abis liat pocong…”
Hahaha.. mereka tertawa dalam takutnya..
Kalau menurut aku sih nggak lucu. Tapi ya udahlah, itu urusan mereka.
Meamng karena dasarnya hobi ngomong atau cerita kali ya, cerita Aldo tadi memancingku untuk bercerita pengalaman-penglaman mistisku selama ini. Sementara Yudha sudah puas jadi pendengar yang baik saja.
Dan nggak ada salahnya kan kalau aku berbagi pengalaman di sini, kan aku yang nge blog, jadi terserah aku dong…hehehe
Aku memang lahir dijakarta, tapi masa puberitas dan masa SMA aku habiskan di padang ini, bukan di kotanya tapi. Aku tinggal di daerah kecil di Sumbar ini, di tempat tinggalku kehidupan sosialnya masih sangat dipengaruhi dan diatur oleh adat dan agama, tapi bukan berarti didaerahku nggak ada orang bejat. Setan ada di mana-mana kawan. Mungkin bagi aku yang lahir dijaman yang sudah agak modern, jadi adat itu kadang justru menjadi hambatan untuk melakukan sesuatu. Ini akan kuceritakan lain kali aja, takut OOT nantinya.
Tapi sebelumnya aku ingin bertanya, apakah sobat sekalian percaya dengan adanya hantu? Bagaimana dengan setan?
Nah, kalau dari sudut pandangku ya begini, aku ini orang islam, dan aku percaya dengan adanya setan, karena Al qur’an telah menjelaskan secara terperinci mengenai keberadaan mahluk ini. Dan timbul lagi pertanyaan, apa bedanya setan dengan hantu? Disitu aku mulai bingung. Apakah setan sama dengan hantu?
Indonesia ini tidak hanya kaya dengan keanekaragaman budayanya, tapi juga keanekaragaman mahluk halusnya, tiap daerah dinusantara ini memiliki hantunya masing-masing.
Dan bagiku setan itu ada didalam diri kita masing-masing. Coba kita ingat waktu kita puasa, pasti ada saja godaan yang datang dalam diri kita untuk membatalkan puasa tersebut. Jadi kuntilanak dan sebagainya itu apa? Banyak pendapat sih mengenai hal ini, jadi dari pada bingung mending langsung aja kecerita.
Aku masih SMA waktu itu, masih dikuasai darah muda yang menyukai tantangan. Dan rumahku berlokasi dekat dengan kuburan. Diseberang jalan sih sebenarnya. Dan aku paling senang kelayapan kalau malam, nanti pulang jam 12an, aku kan cowok, kalau cewek nggak boleh, hehehe. Kata orang-orang sih (tetanggaku) jalanan didepan rumahku itu termasuk angker. Sudah banyak yang diganggu disana. Diganggunya seperti di timpuk pakai tanah kuburan, pakai air, pakai kerikil dan sebagainya. Tapi untungnya aku belum pernah ketemu hal bagituan disana. Waktu itu aku pulang hamper jam 12 malam, dingin. Aku jalan berdua dengan teman sekaligus tetanggaku, pas lewat didaerah yang katanya angker itu kita tiba-tiba dikagetkan dengan suara teriakan.
“Hoiii…!!!” kata suara misterius itu
Normalnya, kita otomatis pasti melihat kearah sumber suara, dan aku juga bgitu, tapi nggak ada siapa-siapa selain aku dan temanku tadi.
“lo denger suara barusan?” tanyaku
Temanku cuma mengangguk tanpa suara.
“siapa…” belum lagi habis kata-kataku keluar, temanku sudah lari terbirit-birit sambil teriak
“Hantuuuu….!”
Ternyata kepanikan dan ketakutan itu menular ya. Soalnya aku juga tanpa sadar langsung berlari kerumah dengan tubuh menggigil, semua cerita seram mampir diotakku ssat itu, ingat kalau dulu tanteku pernah melihat mahluk tanpa pinggang kebawah didepan rumah, inget mama pernah dengar suara orang sesak nafas disekeliling rumah…huiiii….
Besoknya, aku berjanji pada diri sendiri, nggak mau lagi pulang terlalu malam, tapi apa daya, malam besoknya aku pulang telat juga. Tapi aku harus pulang, soalnya besok pagi sekolah. Malam itu aku pulang sendiri, dihantui perasaan takut malam kemaren, waduh… perfect deh.
5 meter dari tempat kejadian kemaren, tiba-tiba mati lampu, o iya, aku lupa bilang kalau saat itu gerimis. Aku yang takut kejadian itu terulang lagi mulai mengambil ancang-ancang dan berlari sekencang-kencangnya dan…kejadian itu terulang lagi, tapi kali ini dengan teriakan yang lebih panjang. Dengan gemetar aku cerita pada ibuku soal ini, akhirnya aku juga yang disalahkan, kenapa pulang malam-malam, makanya rajin sholat. Ibuku is the best dah pokoknya.
Saat itu disekolahku lagi trend dengan permainan yang dinamakan maen jaelangkung. Familiar dengan kata ini? Ya maen jelangkung, tapi tidak seperti yang di film-film. Kami disini menggunakan jangka sebagai media. Dan hebatnya, aku belajar permainan ini dari cewek-cewek sekolahku. Dari coba-coba jadi kecanduan, dari ketakutan jadi ketagihan. Ketagihan karena kita bisa tanya apa saja pada jelangkung ini, termasuk tentang siapa yang naksir kita saat itu. Apalagi yang lebih menarik bagi anak-anak SMA selain hal-hal yang berbau cinta-cintaan. Tapi akhirnya aku berhenti total dari maen bagianian ketika aku dengar ada anak yang meninggal karena permainan ini, tapi bagaimana detail ceritanya aku juga tidak tau pasti.
Dan di Padang ini akupun menemukan hal yang sama, waktu itu itu aku nginap di kantor teman yang dulunya bekas bangunan zaman Belanda. Malam kami itu menyewa film 9999 atau apalah judulnya aku lupa, pokoknya cerita tentang siapa yang menerima telepon dari nomor itu bakalan meninggal setelahnya. Ternyata nonton juga bikin haus. Saat itu aku berdiri mengambil pocari sweat yang dibeli tadi, kebetulan belum aku keluarin dari kantongnya yang aku letakkan didekat pintu. Baru mau berdiri, tiba-tiba didepan pintu lewat bayangan hitam dengan cepat, temanku pun ternyata melihat hal itu, kamipun langsung keluar. Takutnya itu maling atau siapa gitu. Namun tidak ada siapapun. 10 menit berselang datanglah satpam yang biasa menjaga tempat itu. Dari dialah kita baru tahu keadaan yang sebenarnya, katanya tempat itu adalah bangunan bekas Belanda, sudah banyak yang kesurupan ditempat itu, dulu dia juga mengalami hal serupa, namun dia sempat mengikuti mahluk hitam itu sampai akhirnya mahluk itu hilang menembus dinding. Dan dia juga bercerita, dulu pernah dia terbangun malam dan mau pergi ke wc, di salah satu ruangan kantor itu dia melihat semua benda yang ada mengambang diudara (poltergeist). Untung saja imannya kuat, kalau saja ku di posisi dia, pasti udah semaput duluan.
Certia-cerita seperti inilah yang kuceritakan pada temanku tadi, sebetulnya masih banyak lagi tapi untuk sekarang cukuplah…nanti dismbung lagi…
Hoahmmm…ngantuk nih, tidur dlu ya all…
Jam 3 kurang seperempat waktu disini. Again…masih diwarnet, belom mandi. Gerah....
Dari tadi sibuk bikin template blog sendiri pake artisteer, lumayanlah, kayak sekarang jadinya.
Bentar, uninstall dulu deh programnya, soalnya kompie udah berat banget ini, mo di install ulang tapi belom ada kesempatan.
Oke, done..
Nahh, pengen cerita lagi nih sob, masih inget soal pelanggan yang aku bilang di postingan sebelumnya? Yang ngidupin music keras-keras dihpnya?
Ternyata dia sama seperti yang aku duga sebelumnya, homeless (atau mungkin lagi ada masalah di tempat tinggalnya). Soanya aku perhatikan dia membawa kantong besar malem itu, dengan tampang kusam. Dan dia nanya layanan paket insomnia kita, (paket insomnia = 10000 dari jam 11 malem sampe pagi). Baru 1 jam dia maen paket malem itu, udah mangap plus ngorok di computer user, kurang ajar nggak tuh, dan ternyata music yang aku denger malem itu adalah nada sms dari hp nya, wow….1 lagu full buat nada sms…ckckck.
Asli, malem tadi tidurku jadi nggak tenang, iyalah…dia kan baru pertama kali maen disini, tampangnya kusut lagi, tidur disini lagi, bisa aja kan dia menculikku, trus minta tebusan ma SBY, atau nilep duit di box, atau sekaligus bawa lari satu unit computer. Nobody knows….
Dah, kuharap dia nggak datang lagi malem ini.
Ada satu hal lagi yang memuakkan dipadang ini selain panas dan nyamuknya. Yaitu gempa bumi. Entah kenapa akhir-akhir ini gempa jadi trend baru di ppadang ini, bertolak dari kejadian tsunami Aceh dulu, mungkin hampir seluruh warga kota ini mengalami trauma pasca kejadian tersebut. Trauma terhadap tsunami yang sama akan meratakan kota ini. Kalau era orde baru dulu kita selalu disuapi dengan sejarah kabur G30 s PKI, tapi tidak halnya dengan 30 S setahun yang lampau (kalo nggak salah, aku paling susah nginget tanggal soalnya).
Sore itu aku lagi maen playstation di kos-kosanku, berdua dengan temanku yang sekarang sudah jadi PNS, (aku kapan ya?) anak-anak lain lagi jalan-jalan sore nggak tau kemana. Tiba-tiba dinding kosan bergetar, lambat sih, masih santai aku terusin maennya, soalnya untuk gempa ukuran segitu aku sepertinya udah terbiasa, karena sudah sering terjadi hal-hal seperti itu di padang ini, namun selang beberapa detik kemudian terjadi sesuatu yang belum pernah aku rasakan seumur hidupku, bumi bergoncang bukan bergetar lagi. Zeppp..panik pastinya, otak tumpul rasanya. Jangankan untuk berdiri, duduk saja susah. Tak sadar tembok rumah tetangga ku runtuh tepat dibelakangku, tapi aku nggak sadar, kulihat ibu kos terduduk sambil menangis memegang anak perempuannya yang masih SD, disamping kos-kosanku mengalir kanal air, dan isinya campuran sampah, air tawar, dan air laut. Selama ini air kanal itu tidak pernah sampai tinggi, apalagi meluap, namun saat itu goncangan gempa telah membuat air itu tergoncang keluar menambah efek dramatisnya. Langit yang tadinya biru sekarang dipenuhi asap, bangunan-bangunan banyak yang rontok, kenapa saat itu aku ingat Tuhan ya?Secepat mungkin aku dan teman maen PS ku serta temanku yang baru pulang kuliah mengambil motor, bonceng tiga dan lari. Lari kemana? Aku nggak mikir apa-apa waktu itu, cuma mengikuti arus orang-orang yang berlarian panik. Kita bukan takut pada gempanya, kita takut pada tsunami yang sama seperti tragedi Aceh dulu. Parahnya, untuk keluar dari komplek sampai kejalan raya saja menghabiskan waktu hamper setengah jam, karena semuanya keluar dan lari secara bersamaan. Sore adalah waktu cewek-cewek pada mandi dan istirahat, jadi wajar saja jika aku melihat mereka berlarian keluar dengan berbagai macam busana, kebanyakan busana tidur dan busana mandi. Tapi saat itu otak kotorku tidak bekerja dengan baik, gimana mau lihat yang begituan, lah pikiranku dipenuhi hasrat ingin selamat secepatnya.
Untung saja waktu itu tsunami masih enggan datang, jadi kota padang masih berajalan sampai saat ini. Kalau saja (mudah-mudahan jangan deh, skripsiku belom kelarrrr) tsunami benar-benar datang, aku yakin padang rata dengan tanah. Dan aku dan mereka yang lari kocar-kacir tadi saling menertawakan diri masing-masing di neraka sana.
Pasca bencana inilah yang memuakkan, untuk bisa berjalan normal lagi butuh banyak proses. Baik untuk diri sendiri maupun kota ini.
Nggak ngertilah. Kalau orang bijak bilang dunia ini sudah tua, udah bangkotan. Dulu petani bisa memperhitungkan kapan harus bertanam, dan kapan harus panen, karena sirkulasi cuaca masih berjalan dirodanya. Namun kalau sekarang cuaca seperti memiliki moodnya sendiri, unpredictable. Mau ujan kek, mau panas kek, atau mau badai benar-banra tidak bisa diduga-duga. Kadang pagi cuaca sangat cerah, dalam hitungan jam bisa menjadi hujan. Rumput yang bergoyang pun tidak tahu lagi mau jawab apa ketika kita bertanya padanya.
Eh, bicara tentang hujan, aku jadi ingat kalau aku pernah baca 11 fakta unik tentang hujan di salah satu situs internet, dimana ya…emm…oh iya, uniqpost.com. aku suka fakta nomor 10 dan 11 nya itu.
Fakta nomor 10:
Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yang khas, senyawa ini dinamakan ‘petrichor’.
Aku percaya hal ini, memang sering setelah hujan kalau kita jalan-jalan direrumputan pasti kita menghirup bau yang harum ini. Bikin damai deh pokoknya
Fakta nomor 11:
Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu akan suatu hal (peristiwa/seseorang)”. Dan pada titik ini para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.
Sekarang coba kita luangkan waktu ketika hujan turun, duduklah dipinggir jendela, jangan melakukan apa-apa, biarkan pikiran membawa kita kemana saja, dan rasakan kebenaran dari tulisan ini. Tak heran banyak film dan lagu-lagu yang memasukkan kata dan suasana hujan didalamnya. Hujan membawa inspirasi bagi sebagian orang, tapi tidak untukku. Bagiku tempat yang paling tepat untuk menmukan inspirasi itu adalah di kamar mandi. Sudah banyak ide dan keputusan yang aku buat ketika aku dikamar mandi, lain kali deh aku cerita-cerita.
Malem all…! Ampir jam 12 nih, mata udah mulai berat.
Walah, padahal baru saja beberapa ide tulisan mampir di otakku, tapi sekarang kok blank lagi ya? Berarti bener kata orang, menulis itu gampang-gampang susah, susahnya ya ini, ketika mau nulis sering keabisan ide seperti ini. Kalah sama nyamuk, yang nggak pernah keabisan ide buat ngisep darah dari tubuh ini, sialan ini si nyamuk, aku kutuk bisa terbang baru tau rasa tu hewan.
Wew, baru aja pulang udah balik lagi nih pelanggan, seperti ini kalo udah kecanduan game.
Percaya nggak pren, kalo kita nggak butuh pendidikan yang tinggi untuk jago dibidang pemasaran, karena kuliahpun cuma menawarkan teori-teori yang ribet dari pakar ini dan itu. Contohnya begini..
Setiap malam, ada tukang sate yang lewat di depan warnet ini, jam 10an lah jadwalnya, kalau aku perhatiin, tukang sate ini selalu berhenti di warung sebelum warnet ini, warung tempat aku dan anak-anak biasa beli persediaan pangan (jajanan maksudnya). Nah, setelah itu baru dia nangkring di sini sambil ngidupin MP3 dari hp nya, lagunya? Nggak tau lagu apaan yang diputer, terdengar asing dikupingku. Hal pertama yang dia lakukan pas baru nyammpe disini adalah memarkir gerobaknya tepat didepan pintu warnet, setelah itu memompa petromaknya biar lebih terang, nah…yang ketiga ini yang bikin aku salut tapi kesel, mengipas-ngipas bara nya yang udah dikasih minyak bumbu sebelumnya dengan semangat, tau kenapa?Inilah strategi pemasaran dia, setiap asap yang dihasilkan itu sangat efektif membuat perut jadi lapar (lagi), karena campuran bumbu dalam minyak yang dituangnya itu sangat-sangat harum, gurih, dan nikmat. Bikin perut jadi berulah, dan strategi ini jarang gagal, karena tidak hanya aku dan anak-anak yang maen disini, tapi juga orang-orang sekitarnya pasti terpancing dengan pesona asap itu, laku deh dagangannya.
Dan jika aku perhatiin lagi, plus logikaku berkata, si tukang sate pasti nggak pernah mengecap pendidikan yang tinggi seperti pelanggan-pelanggannya (maaf bang tukang sate, bukan bermaksud merendahkan lho), logikanya gini, masa iya dia mau jadi tukang sate keliling kalo dia punya gelar S1 dikantongnya. Tapi aku sangat sangat yakin, pengalaman dan teori dilapangan yang dia punya jauh melampaui pelanggan-pelangganya yang mayoritas adalah mahasiswa. Dan tukang sate itu hanya salah satu contoh, coba lihat tukang es krim keliling, atau tukang ojek, mereka punya cara tersendiri untuk membuat dagangan atau jasa nya laku. Maka, jika kamu pengen sukses, jadilah seorang tukang sate. Hahahaha
Nggak lah, pengen sukses ya harus mencoba segala hal dilapangan, nilai dan pertimbangkan. Maksudnya begini, coba cara ini, trus coba lagi cara lain, trus coba lagi cara lainnya, trus nilai dan pertimbangkan, mana saja dari sekian banyak cara itu yang paling efektif, maka lakukanlah. Jangan mau kalah dengan tukang sate.
Kayak gini nih jadinya kalau udah kehabisan ide, ngelantur kemana-mana, maaf ya
Prett…!
Asem ini pelanggan baru, malah ngidupin musik dari hp nya, keras-keras lagi…kalo bunyinya bagus sih nggak apa apa…ckckck, mau ngeledek kali ini orang, mentang-mentang speaker warnet lagi rusak…
Dah ahh, mau bunuh tu orang rese dulu…huahahah…!
Huffffttt….!
Akhirnya selesai juga ketikan aku. Coba ya kalo ngetik skripsi pol-polan kayak gini, pasti oke jadinya.
Malem ini jam 8 tepat. Masih kutemui tampang-tampang kemaren, kadang aku salut ma para gamer, mereka bisa tahan berhari-hari didepan komputer melototin monitor. Aku juga gamer lho, honestly…tapi nggak parah-parah banget, soalnya aku gampang bosen ma sesuatu, kecuali memandangi wajah dian sastro meskipun udah jadi bini orang. Geulis euy…!!
Dulu, aku nggak begitu tertarik sama yang namanya game online, selain itu hobi ini ngabisin duit (kali-kali anak kuliahan). Tapi akhirnya, karena pergaulan dan pengaruh teman-teman seperjuangan aku ikutan juga, aduhhhh siallll…..akhirnya malah kecanduan.
Tapi setelah mendalami peranku sebagai op yang ganteng dan baik hati (hakhak) aku malah tertarik memperhatikan pola hiup dan pola fikir gamer sejati ini. Ternyata mereka hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya, parahnya lagi, mereka nggak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang maya, sepertinya yang nyata udah tertelan sepenuhnya sama yang maya. Ketika kuperhatikan, wajah mereka terlihat tenang ketika mereka bermain game, bahagia gitulah..tapi mereka agak-agak canggung sama kehidupan realnya. Tapi jangan salah, pada umumnya gamer sejati ini pintar-pintar, otak mereka terlatih untuk mengambil keputusan dengan cepat di waktu yang singkat, tapi dalam game, hhehehe
Satu hal yang bikin males ma gamer itu, sampahnya naujubillahhh….bayangkan aj, tumpukan piring kotor disekelilingnya bikin iri orang gendut sekalipun, buanyak bangettt…blom lagi sisa-sisa minumanya, yang paling parah abu rokoknya travelling kemana-mana…gimana gak berserakan, asbak gede aja overload. Heuhhh…! Tapi mereka asyik-asyik orangnya, donasinya kewarnet juga gede pastinya..hahaha
Ini bukan cerita para gamer lagi, waktu itu malem juga, aku dah lupa tanggalnya, ada wajah baru maen disini, cowok, item tinggi, anak kuliahan juga. Udah setengah jam maen, akhirnya dia manggil..“Bang..! sini bentar deh…” panggilnya sambil tersenyum
Aku jadi kepikiran, takut juga sih, jangan-jangan dia..hiiiiii, aku kan ganteng, ntar dia g*y gimana coba. Tapi hellooo, I’ve responsible here…! Mau nggak mau aku mendatangi mejanya. Untung masih rame, ntar kalo aku dipegang-pegang kan tinggal teriak aja, hihihi
“Kenapa bang? Komputernya bermasalah?” Tanyaku sambil jaga jarak agar tak terlalu dekat padanya.
Setengah malu-malu dia menjawab
“Bisa tolong bikinin Facebook nggak bang?”
Prettttttttttttt…!!!!
Mo ngakak nggak enak, mo diem susah juga, ciakakakaka. Hari gini masih nanya cara bikin fesbuk.
Tapi karena kebaikanku yang sudah terbawa dari orok, aku akhirnya menolongnya. Setelah kulihat-lihat dia cukup berusaha juga, search di google gimana cara bikin fesbuk, tapi link yang dibukanya malah kemana-mana, malah ada video miyabinya juga…wuakakaka ini orang cupu-cupu tapi dalem juga, huahahaha
Akhirnya, setelah selesai aku buatin, aku langsung bergerak ke mejaku, pake headset, stel music, kacangin dia yang sering kali melirik-lirik kearahku dengan tampang campuran antara bingung dan pengen bertanya. Hehehe..aku baik kan?
Sampe dimana tadi? O iya..
Nah, sekarang kita kembali lagi ke topic semula. Seperti mahasiswa lainnya, secara tak disadari kapasistas pikiran kita lebih berkembang dari mereka yang tidak mau dan tidak berkesempatan untuk kuliah. Oleh Karena itu, setiap perkembangan dan informasi baru yang masuk secara cepat dapat dipahami dan parahnya sampai ikut-ikutan tanpa filetrisasi sama sekali. Tapi tidak semuanya negative bro….
Contohnya gini, ketika aku muda-muda dulu (sekarang masih muda kok, hahah) masih rame orang jalan-jalan kekantor Pos. Ngapaen? Ya ngirim surat dudut. Itu karena dulunya komunikasi paling efektif untuk jarak yang berjauhan adalah dengan surat. Itupun kalau nggak ada halangan dan surat yang kita kirim cepat sampai. Mungkin susudara-susudari sekalian bakal membantah, dulu kan udah ada telepon cuyyy….kemana aj sih lo?????Tunggu dulu sob, mungkin jaringan telepon ataupun penggunanya memang sudah agak merata di kota-kota besar, tapi bagaimana halnya dengan daerah-daerah kecil lainnya? (aku bicara keadaan di sini oke..!)
Tak lama setelah itu, entah bagaiman awal mulanya, mulailah sesuatu yang dinamakan orang wartel (warung telepon) telepon umum milik pribadi, wahahaha. Mulai saat itu, setiap sudut jalan di kota ini dipenuhi tempat-tempat seperti itu. Dan mulai saat itu, jika kita periksa dompet masing-masing maka kertas kecil tempat alamat dan nomor telepon lebih mendominasi dibandingkan uang yang seharusnya memiliki tempat yang absolute didalamnya.
Zt..zt…kita melangkah lagi ke waktu-waktu setelahnya, kakekku Martin Cooper menemukan benda ajaib yang dinamakan handphone. Benda ini pun kemudian mendominasi kehidupan masyarakat, naik pangkat, dari sebuah barang elite menjadi barang kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Hp pada awal perkembangannya pure sebagai alat komunikasi yang hanya menyediakan layanan telepon dan sms saja, sedangkan yang lainnya hanya sebagai pelengkap. Layarnya pun masih burem dengan lampu-lampu 5 watt nya. Tak membutuhkan waktu lama, hp sekarang sudah canggih, semua layanan bisa di pack dalam satu paket. Sejak saat itu pula, mulailah menjamur konter-konter hp, dan wartel cuma tinggal nama. Misalnya kalau dulu namanya Wartel Bunga (nama samaran), sekarang jadi Bunga Cellular and Phone. Di bidang lain, ada yang tau kenapa sangat banyak ojek saat ini?
Akhirnya, setelah Telkom mengeluarkan sebuah fasilitas yang dinamakan Telkom speedy barulah, era baru internet dimulai. Ingat nggak kalau dlu kita ingin chattingan di internet pake fasilitas mirc klo nggak salah, bosen banget pake gituan, suram tampilannya, hahaha… no offense pal..!
Naluri bisnis masyarakat kita memang oke punya, semua bisa dijadiin uang. Mulailah bermunculan bisnis baru yang dinamakan warnet, warung internet. Belom menjamur sih, tapi sudah mulai banyak, cuma pelanggan dan penikmatnya masih sedikit. Karena di daerah ini tidak semua kalangan tahu apalagi mengerti how to used computer. Apalagi waktu awal-awal adanya friendster informasi dan promosinya tidak terlalu wahhh…jadi cuma beberapa kalangan yang menggunakan fasilitas tersebut, dan paling Cuma komunitas gamer online yang tetap berkutat dengan layanan internet ini..
Tapi itu kan dulu, apalagi sejak oom ku Mark Zuckerberg menemukan jejaring social yang dinamakan facebook, omigod….sejak saat itu mulai dari anak yang belom lancar membaca sampai kakek-kakek yang udah bau tanahpun punya account di jejaring sosial tersebut. Cewek-cewekpun mulai menyalurkan hobi ngegosip mereka lewat facebook dan jejaring social lainnya. Berlomba-lomba jadi yang paling eksis, hahahah…
Dan, mulai sejak itu, setiap sudut jalan di kota ini dipenuhi oleh warnet. Kamu lebih gampang nyari warnet disini daripada nyari wc umum.
Lebay? Aku rasa nggak deh, dengan alasan-alasan ngawur diatas maka naluri bisnis pun menyentuh temanku yang saat ini menjadi bosku untuk ikutan membuat usaha ini. Karena untuk saat ini sepertinya usaha ini sangat sangat menjanjikan.
Berdirilah didaerah ini:
BROTHERNET.
Kami memberikan layanan game online dan offline dengan berbagai macam paket yang memanjakan anda semua
Plus pelayanan yang sempurna dari op nya yang ganteng dan imut
Walah, kok malah promosi ya?
Huahahaha…
Mandi dlu dahhh…
Blom mandi ini dari tadi
See yahhh
Pagi semuaaaaaaa......!
walaupun sekarang udah jam 11 sperempat, namun jam berapapun aku bangun, itu adalah pagi bagiku.
Abis badai barusan. Tapi aku suka, dari pada panas melulu. Dan jika kamu semua pernah tinggal didaerah kampus tempatku ini pasti mengerti kenapa hari ini warnet kosong.
ya..ya..ya..
Memang sudah seharusnya aku bercerita kenapa sampai warnet ini ada.
Sebentar...donlod pilem dulu, ^^
Nah...ok, mulai dari mana ya?
Begini saja...aku ngelantur dulu sebentar, cerita tentang bagaimana hidup di kota ini, karena hal ini akan jadi patokan buat cerita-ceritaku selanjutnya.
Padang, atau Sumatera Barat pada umumnya merupakan daerah yang 'masih menjunjung tinggi' budaya nenek moyangnya (pake tanda kutip lho, perhatikan). Budaya Minang namanya teman. Tidak seperti daerah Indonesia lainnya, budaya Minang menarik garis keturunanya dari Ibu, atau istilah kerennya Matrilineal. Jika kamu ingin tau apa arti Matrilineal sebenarnya, silakan buka google, cari kata itu di Wikipedia.Dan…dari dulu orang Minang sudah memiliki aturan dimasyarakat tentang bagaimana seharusnya bersikap, betindak dan bersosialisasi. Namun aku tidak bilang dari dulu hingga sekarang, perhatikan lagi. Aturan-aturan ini kalo aku sendiri bilang memang agak ketat juga sebenarnya, tapi beginilah hidup, kamu harus menjadi apa yang masyarakat inginkan, bukan masyarakat yang harus menjadi apa yang kamu inginkan.
Dari aturan-aturan diatas maka timbullah aturan-aturan dalam masyarakat seperti cewek yang masih kelayapan diatas jam 9 ato jam 10 malam dianggap tabu. Hal ini merupakan sisa-sisa dari tata cara bersikap yang kebanyakan telah lama hilang seiring perubahan zaman. Aturan-aturan yang berlaku ketika kakek nenek kami masih ingusan, yang kalo aku ceritakan lagi bakal membosankan.
Maka, bagi kamu yang tinggal dikota-kota besar di Indonesia ini, aku kasih tau ya, kamu nggak akan menemukan kos-kosan yang isinya campuran antara cewek dan cowok di sini. Kos cewek untuk cewek, kos cowok untuk cowok dan Khatib untuk banci (nama jalan dikota Padang tempat nongkrong para banci professional), hahaha.
Nah, sekarang kita kembali lagi ke topic semula. Seperti mahasiswa lainnya, secara tak disadari kapasistas pikiran kita lebih berkembang dari mereka yang tidak mau dan tidak berkesempatan untuk kuliah.
Weitzzzzzzz….terpaksa ditunda, dosen mnta tolong ngetikin sesuatu nih..ntar lagi dah
Hampir jam 1 malam saat ini (Waktu Indonesia bagian Sini), mata udah mulai sepet..tapi aku pikir kapan lagi aku mulai kalo nggak sekarang.
Yap, aku adalah operator sebuah warnet kecil dilingkungan mahasiswa di kota Padang. Aku bilang kecil karena tempatnya memang mungil, tapi jangan salah, pelanggannya banyak lho...atau lumayanlah dibandingkan warnet didepanku yang kemaren ini pindah karena merasa ga dapet untung.
Nah, mulai saat ini dan untuk seterusnya aku akan berbagi pengalaman, suka duka, pokoknya semua hal yang terjadi selama aku duduk di kursi keras berbentuk bulat ini...
asem...! capek ini punggung
DENGAN CATATAN, kalo nggak bosen aku terusin. tapi kalo bosen ditunda aja dulu, hakhakhak
sama halnya dengan skripsi yang nggak kunjung kelar...
tidur dulu ahh...besok aja ceritanya..
Read More …
Yap, aku adalah operator sebuah warnet kecil dilingkungan mahasiswa di kota Padang. Aku bilang kecil karena tempatnya memang mungil, tapi jangan salah, pelanggannya banyak lho...atau lumayanlah dibandingkan warnet didepanku yang kemaren ini pindah karena merasa ga dapet untung.
Nah, mulai saat ini dan untuk seterusnya aku akan berbagi pengalaman, suka duka, pokoknya semua hal yang terjadi selama aku duduk di kursi keras berbentuk bulat ini...
asem...! capek ini punggung
DENGAN CATATAN, kalo nggak bosen aku terusin. tapi kalo bosen ditunda aja dulu, hakhakhak
sama halnya dengan skripsi yang nggak kunjung kelar...
tidur dulu ahh...besok aja ceritanya..
by Essa Almallia Rahmi
Semenjak aku mengenal debaran yang menarik senyum tanpa aturan,
atau luka yang seenaknya membasahkan mata,
aku selalu mempercayakan semuanya pada WAKTU:
- menyerahkan rotasi kehidupan pada lingkarannya
- mensiasati kepedihan dalam pelukannya
- tanpa mengabaikan keajaiban yang berpendar disekelilingnya
aku pernah menghakimi segala sesuatunya dari sudut pandang yang paling picik,
maka aku juga pernah menemukan 'mereka' - yang dengan bijak dan sabar membimbingku pada jalur utama-
aku pernah terpuruk dalam kubangan cinta,
menikmati jadi orang yang tersakiti dan menghujat mereka yang kini berbahagia,
maka aku juga pernah menemukan 'mereka' - yang dengan pengalamannya mendukung kebencianku, lalu menenggelamkannya pada satu kata :
i k h l a s
ah,nikmat rasanya menguasai hal yang tidak semua orang bisa..
sekarang aku masih disini,
masih dikelilingi tempat yang sama pada waktu-waktu terburukku,
tapi bisa memandang dan merasa semuanya dengan asa yang berbeda..
aku masih mencintai jingga yang basah,
bukan untuk meluapkan keresahan lagi,
sekedar menyadarkan seseorang bahwa kebanyakan orang tak tahan dengan pesonanya,
bahkan untuk sekedar menambah koleksi warna yang kukagumi (selain hijau tentunya..)
aku mkasih,, ah.. bukan..
aku semakin mencintai hujan,
bukan lagi dengan tatapan d e j a v u dibalik jendela,
tapi dengan tatapan mantap, dan ingin skali berkata:
' hei,,hujan ini ini menahan KITA ditempat yang sama'
dan aku bahagia..
aku tidak peduli dengan usia,
aku tidak peduli dengan embel-embel abege yang sering kusematkan pada cerita kita,
aku tidak peduli jika tiba-tiba tertawa dan jantungku berlomba,
aku tidak peduli dengan pengakuan,
aku tidak peduli dengan apa kata mereka,
karena aku tidak sanggup menyangkal apa-apa, bahwa :
aku jatuh .....
ah, apakah itu cinta?
well,, aku tidak akan lupa membahas WAKTU untuk yang kesekian kalinya
karena dengan mempercayakan semuanya pada waktu,
aku menemukan lagi pusat rotasi kehidupanku,
aku menemukan cara untuk keluar hidup-hidup dari kesakitan itu,
dan aku masih menamai 'mereka yang selalu ada' dengan panggilan - malaikat dengan segala keajaibannya-
aku sayang kalian - yang dengan sadar atau tidak, slalu mendoakan yang terbaik untukku-
aku sayang kamu - yang dengan sadar atau tidak, menyempurnakanku-
Read More …
Semenjak aku mengenal debaran yang menarik senyum tanpa aturan,
atau luka yang seenaknya membasahkan mata,
aku selalu mempercayakan semuanya pada WAKTU:
- menyerahkan rotasi kehidupan pada lingkarannya
- mensiasati kepedihan dalam pelukannya
- tanpa mengabaikan keajaiban yang berpendar disekelilingnya
aku pernah menghakimi segala sesuatunya dari sudut pandang yang paling picik,
maka aku juga pernah menemukan 'mereka' - yang dengan bijak dan sabar membimbingku pada jalur utama-
aku pernah terpuruk dalam kubangan cinta,
menikmati jadi orang yang tersakiti dan menghujat mereka yang kini berbahagia,
maka aku juga pernah menemukan 'mereka' - yang dengan pengalamannya mendukung kebencianku, lalu menenggelamkannya pada satu kata :
i k h l a s
ah,nikmat rasanya menguasai hal yang tidak semua orang bisa..
sekarang aku masih disini,
masih dikelilingi tempat yang sama pada waktu-waktu terburukku,
tapi bisa memandang dan merasa semuanya dengan asa yang berbeda..
aku masih mencintai jingga yang basah,
bukan untuk meluapkan keresahan lagi,
sekedar menyadarkan seseorang bahwa kebanyakan orang tak tahan dengan pesonanya,
bahkan untuk sekedar menambah koleksi warna yang kukagumi (selain hijau tentunya..)
aku mkasih,, ah.. bukan..
aku semakin mencintai hujan,
bukan lagi dengan tatapan d e j a v u dibalik jendela,
tapi dengan tatapan mantap, dan ingin skali berkata:
' hei,,hujan ini ini menahan KITA ditempat yang sama'
dan aku bahagia..
aku tidak peduli dengan usia,
aku tidak peduli dengan embel-embel abege yang sering kusematkan pada cerita kita,
aku tidak peduli jika tiba-tiba tertawa dan jantungku berlomba,
aku tidak peduli dengan pengakuan,
aku tidak peduli dengan apa kata mereka,
karena aku tidak sanggup menyangkal apa-apa, bahwa :
aku jatuh .....
ah, apakah itu cinta?
well,, aku tidak akan lupa membahas WAKTU untuk yang kesekian kalinya
karena dengan mempercayakan semuanya pada waktu,
aku menemukan lagi pusat rotasi kehidupanku,
aku menemukan cara untuk keluar hidup-hidup dari kesakitan itu,
dan aku masih menamai 'mereka yang selalu ada' dengan panggilan - malaikat dengan segala keajaibannya-
aku sayang kalian - yang dengan sadar atau tidak, slalu mendoakan yang terbaik untukku-
aku sayang kamu - yang dengan sadar atau tidak, menyempurnakanku-
by Essa Almallia Rahmi
Aku tidak bisa memastikan bahwa bunga-bunga akan mekar lebih indah saat kita lewat, berjalan beriringan sembari menuntun langkah masing-masing dengan cinta, lalu kita akan bercerita tentang dosen yang entah kapan akan memberimu nilai A, atau kita akan sedikit berdebat tentang realita (dan kau akan berulang kali berkata bahwa aku hidup dengan terlalu mengedepankan rasa), seiring waktu bergulir yang hitungannya selalu detik saat kita bersama, maka aku akan bicara perihal hujan atau senja.. (dan kau akan mengolokku bahwa jingga bukanlah orange,huh.. tau apa kau tentang warna?) dan kita akan menyepakati bahwa kita tidak peduli dengan apa kata mereka yang mencibir dibelakang punggung kita ketika kita berucap setia, karna kita akan lebih suka berdebat tentang kita, perihal kenapa aku begitu menyukai hijau dan perihal kamu yang tak pernah mau menyisir rapi rambutmu..
Aku tidak bisa memastikan bahwa kedamaian akan slalu menaungi kita, ketika menjelang malam kau mulai berkelakar tentang rindu, dan kebutuhan akan masa depan terwujud sendu dalam lamunanku akan dirimu, yang membuatku berguling-gulng bodoh diperaduanku yang kualaskan warna hijau itu, lalu aku akan pura-pura bertanya kenapa kamu begitu ingin menjadi selimut yang kau cemburui karna selama ini memberiku kehangatan, dan aku akan menggenggam malam dengan sempurna saat kudengar jawaban yang sangat sederhana - aku menyayangimu-
Aku benar-benar tidak bisa memastikan apa-apa,
yang bisa kupastikan setidaknya
BAGIKU, bunga memang mekar lebih indah dan kedamaian senantiasa ada, saat kau berucap -aku akan slalu ada- dipenghujung telfonmu,
dan hey,, hal itu sungguh mewakilkan beribu kecupan, berjuta dekapan..
Read More …
Aku tidak bisa memastikan bahwa bunga-bunga akan mekar lebih indah saat kita lewat, berjalan beriringan sembari menuntun langkah masing-masing dengan cinta, lalu kita akan bercerita tentang dosen yang entah kapan akan memberimu nilai A, atau kita akan sedikit berdebat tentang realita (dan kau akan berulang kali berkata bahwa aku hidup dengan terlalu mengedepankan rasa), seiring waktu bergulir yang hitungannya selalu detik saat kita bersama, maka aku akan bicara perihal hujan atau senja.. (dan kau akan mengolokku bahwa jingga bukanlah orange,huh.. tau apa kau tentang warna?) dan kita akan menyepakati bahwa kita tidak peduli dengan apa kata mereka yang mencibir dibelakang punggung kita ketika kita berucap setia, karna kita akan lebih suka berdebat tentang kita, perihal kenapa aku begitu menyukai hijau dan perihal kamu yang tak pernah mau menyisir rapi rambutmu..
Aku tidak bisa memastikan bahwa kedamaian akan slalu menaungi kita, ketika menjelang malam kau mulai berkelakar tentang rindu, dan kebutuhan akan masa depan terwujud sendu dalam lamunanku akan dirimu, yang membuatku berguling-gulng bodoh diperaduanku yang kualaskan warna hijau itu, lalu aku akan pura-pura bertanya kenapa kamu begitu ingin menjadi selimut yang kau cemburui karna selama ini memberiku kehangatan, dan aku akan menggenggam malam dengan sempurna saat kudengar jawaban yang sangat sederhana - aku menyayangimu-
Aku benar-benar tidak bisa memastikan apa-apa,
yang bisa kupastikan setidaknya
BAGIKU, bunga memang mekar lebih indah dan kedamaian senantiasa ada, saat kau berucap -aku akan slalu ada- dipenghujung telfonmu,
dan hey,, hal itu sungguh mewakilkan beribu kecupan, berjuta dekapan..
by Just Abim]
Seorang wanita muda nan menawan baru saja terlepas dari belenggu antrean ticket di sebuah sudut, di bandara Kotaku. Wajah manisnya terlihat lelah, namun ia puas telah mendapatkan ticket-nya. Di lembaran itu tertulis Tiiiiiiiiiitttttttt, (red-bukan nama sebenarnya). Keberangkatannya masih 33 menit, 33 detik lagi. Untuk menghabiskan waktu, si wanita membeli sebuah buku TTS (Tagiah-tagiah Sanang) untuk sedikit mengasah otak dan sebungkus kue ber-structure hati. Si wanita memilih sebuah sofa yang cukup nyaman dan menghempaskan tubuh mungilnya di sana. Setelah beberapa saat si wanita mulai disibukkan oleh TTS-nya. Tak lama tanpa menunggu waktu, tak disangka, tak diduga, datang tak di jemput, pulang tak bilang-bilang, seorang pemuda yang,...lumayanlah (khan ini...), telah duduk di sofa ketiga. Mereka terpisah jarak oleh sebungkus kue-hati. Si wanita mengabaikan si pemuda dan melanjutkan pertarungan dengan Tagiah-Tagiah Sanang-nya, sambil melahap sepotong kue hati di sebelahnya. Tiba-tiba si pemuda dengan senyum simpulnya ikut mengambil dan melahap sepotong kue-hati itu. Awalnya si wanita mengabaikannya, namun setiap kali dia mengambil sepotong kue-hati itu, si pemuda pun ikut mengambil sepotong. Dia pun menatap si pemuda dengan pandangan pembunuh kejam. Si pemuda hanya tersenyum padanya.
Parasnya lumayan, setingkat di bawah aktor Hollywood Tom Curse (kutukan). Dia mengenakan seragam pegawai bandara itu. Di kartu nama yang bergelantungan di dada bidang si pemuda tertulis Abim Bima Maib. Dia masih saja tersenyum simpul, seperti tali sepatunya. Si wanita menjadi semakin kesal dengan si pemuda pencuri kue-hati itu, yang dengan tidak sopan mengkonsumsi kue-hatinya tanpa izin, sakit atau absen. Hingga akhirnya tersisa satu potongan kue-hati terakhir, si wanita lalu menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan si pemuda yang tak tahu sopan. Lalu dengan santai badainya si pemuda mengambil kue-hati terakhir itu dan membaginya menjadi dua. Sebagian dia berikan kepada si wanita dan sebagian lagi dilahapnya sendiri. Ia pun masih tetap tersenyum. Si wanita telah mencapai puncak ledakannya. Dengan marah dia merebut sebagian potongan kue-hati itu dan berlalu meninggalkan si pemuda tanpa sepatah katapun.
Selang beberapa menit, si wanita telah bertengger di dalam pesawat tumpangannya. Buku Tagiah-tagiah Sanang yang sedari tadi digenggamnya, dibenamkan dengan paksa ke dalam tas hitam kulit buaya-nya. Tiba-tiba tangannya merogoh sesuatu. Dengan bernafsu dia menarik keluar benda tersebut. Jantungnya tertahan, nafasnya terhenti, dan bola matanya membesar. Benda itu ternyata bungkusan kue-hati yang tadi dibelinya, bahkan labelnya masih menempel seperti cicak. Ia memeras otaknya..., lalu ia terhenyak. Ternyata kue-hati yang tadi di konsumsinya bersama si pemuda bukanlah miliknya, melainkan kue-hati milik si pemuda. Bukan si pemuda yang mencuri kue-hatinya, tapi dialah yang mencuri kue-hati si pemuda. Di pandanginya setengah kue-hati dari si pemuda tadi, ingin rasanya dia mencari si pemuda tadi. Namun terlambat, si burung besi telah lepas landas meninggalkan kepulan debu di aspal bandara. Setengah kue-hati menjadi kenangan terakhir dari si pemuda yang selalu tersenyum. Sementara, dari bandara si pemuda bergumam sambil melihat pesawat yang mengudara,
”Yah, setidaknya aku sempat melihat keindahan walau untuk sesaat, dan itu cukup untuk menghantarkanku mengenal apa yang disebut kebahagiaan semu”.
Lalu dia berlalu untuk melanjutkan tugasnya sambil melantunkan lagu “Kenangan Terindah”.
Read More …
Seorang wanita muda nan menawan baru saja terlepas dari belenggu antrean ticket di sebuah sudut, di bandara Kotaku. Wajah manisnya terlihat lelah, namun ia puas telah mendapatkan ticket-nya. Di lembaran itu tertulis Tiiiiiiiiiitttttttt, (red-bukan nama sebenarnya). Keberangkatannya masih 33 menit, 33 detik lagi. Untuk menghabiskan waktu, si wanita membeli sebuah buku TTS (Tagiah-tagiah Sanang) untuk sedikit mengasah otak dan sebungkus kue ber-structure hati. Si wanita memilih sebuah sofa yang cukup nyaman dan menghempaskan tubuh mungilnya di sana. Setelah beberapa saat si wanita mulai disibukkan oleh TTS-nya. Tak lama tanpa menunggu waktu, tak disangka, tak diduga, datang tak di jemput, pulang tak bilang-bilang, seorang pemuda yang,...lumayanlah (khan ini...), telah duduk di sofa ketiga. Mereka terpisah jarak oleh sebungkus kue-hati. Si wanita mengabaikan si pemuda dan melanjutkan pertarungan dengan Tagiah-Tagiah Sanang-nya, sambil melahap sepotong kue hati di sebelahnya. Tiba-tiba si pemuda dengan senyum simpulnya ikut mengambil dan melahap sepotong kue-hati itu. Awalnya si wanita mengabaikannya, namun setiap kali dia mengambil sepotong kue-hati itu, si pemuda pun ikut mengambil sepotong. Dia pun menatap si pemuda dengan pandangan pembunuh kejam. Si pemuda hanya tersenyum padanya.
Parasnya lumayan, setingkat di bawah aktor Hollywood Tom Curse (kutukan). Dia mengenakan seragam pegawai bandara itu. Di kartu nama yang bergelantungan di dada bidang si pemuda tertulis Abim Bima Maib. Dia masih saja tersenyum simpul, seperti tali sepatunya. Si wanita menjadi semakin kesal dengan si pemuda pencuri kue-hati itu, yang dengan tidak sopan mengkonsumsi kue-hatinya tanpa izin, sakit atau absen. Hingga akhirnya tersisa satu potongan kue-hati terakhir, si wanita lalu menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan si pemuda yang tak tahu sopan. Lalu dengan santai badainya si pemuda mengambil kue-hati terakhir itu dan membaginya menjadi dua. Sebagian dia berikan kepada si wanita dan sebagian lagi dilahapnya sendiri. Ia pun masih tetap tersenyum. Si wanita telah mencapai puncak ledakannya. Dengan marah dia merebut sebagian potongan kue-hati itu dan berlalu meninggalkan si pemuda tanpa sepatah katapun.
Selang beberapa menit, si wanita telah bertengger di dalam pesawat tumpangannya. Buku Tagiah-tagiah Sanang yang sedari tadi digenggamnya, dibenamkan dengan paksa ke dalam tas hitam kulit buaya-nya. Tiba-tiba tangannya merogoh sesuatu. Dengan bernafsu dia menarik keluar benda tersebut. Jantungnya tertahan, nafasnya terhenti, dan bola matanya membesar. Benda itu ternyata bungkusan kue-hati yang tadi dibelinya, bahkan labelnya masih menempel seperti cicak. Ia memeras otaknya..., lalu ia terhenyak. Ternyata kue-hati yang tadi di konsumsinya bersama si pemuda bukanlah miliknya, melainkan kue-hati milik si pemuda. Bukan si pemuda yang mencuri kue-hatinya, tapi dialah yang mencuri kue-hati si pemuda. Di pandanginya setengah kue-hati dari si pemuda tadi, ingin rasanya dia mencari si pemuda tadi. Namun terlambat, si burung besi telah lepas landas meninggalkan kepulan debu di aspal bandara. Setengah kue-hati menjadi kenangan terakhir dari si pemuda yang selalu tersenyum. Sementara, dari bandara si pemuda bergumam sambil melihat pesawat yang mengudara,
”Yah, setidaknya aku sempat melihat keindahan walau untuk sesaat, dan itu cukup untuk menghantarkanku mengenal apa yang disebut kebahagiaan semu”.
Lalu dia berlalu untuk melanjutkan tugasnya sambil melantunkan lagu “Kenangan Terindah”.
by Essa Almallia Rahmi
Pernah ada ragu di rabu,
sejenak mengaburkan langkahku menujumu,
haruskah aku 'slalu' berbelok kekiri?
menyusuri banda kali hanya untuk menikmati senyuman manis dari gigimu yang rapi?
atau, aku lurus saja?
menuju rumah yang tak pernah kutau warnanya seterang apa sebelum senja?
dengan sedikit memantapkan hati, (ah,oukay,aku sendiri tidak yakin hati ini butuh pemantapan lagi,karna slalu ada sebongkah rindu yang mendesak untuk segera diselesaikan didalam sini)
LAGI aku berbelok kekiri,
kali ini aku disambut dengan ringisanmu tentang betapa panasnya hari,
aku akan menggodamu sedikit untuk membuka usaha eskrim stroberi dineraka nanti,
lalu aku akan mendapat jitakan kecil sembari kau merapikan rambut atau sekedar membenarkan letak kacamata ku dan berkata: 'kamu iniii!!'
dan pasti, beserta senyuman manis dan gigimu yng rapi.
Disini,
waktu tidak ada artinya,sayang
tawa mereka yang begitu riang
mengantarkan sore pengganti siang
dan aku selalu menyukai banda kali dikala petang
ketika aku duduk sendiri ditepi sini,
kau akan menghampiriku untuk sekedar membayar utang,
utang waktu dan cerita, betapa hari ini mengajarkanmu tentang kesabaran, dan betapa hari ini membuatku sadar akan tugas-tugas yang smakin menyesakkan
Disini,
waktu tidak ada artinya,sayang
ketika kau mencuri genggam sepanjang petang
dan (memang) hanya kebahagiaan yang terhidang
dan ya,
aku tidak pernah menyesali langkahku
karna aku tau,ada waktunya aku harus lurus menyusuri jalan yang tak ada habisnya
satu jam mengantarkanku menuju rumah yang warnanya slalu pucat saat aku pulang
aku tidak pernah menyesali langkahku
karna aku tau, ada waktunya aku harus mengurusi dapur
mencuci bersih semua rantang dan pinggan
berbagi kecupan pada dua sosok yang selalu aku sayang,
kepada papa yang selalu menawarkan guyonan tentang ayah yang malang menanti anaknya pulang
kepada mama yang slalu bertanya tentang kebutuhan apa yang masih kurang, alasan yang membuatnya gigih mencari uang
dan aku slalu menjawab mereka dengan lantang ketika duduk didepan pintu melepas spatu keds ku yang agak lapang:
'anakmu akan slalu pulang,Pa. menyisihkan sisa-sisa malam sembari memijat tubuhmu yang kau keluhkan sakit pada tulang'
'anakmu tak kurang sesuatu apapun, Ma. Semuanya cukup. maka tutuplah buku utang itu dan dengarkan bagaimana aku menghabiskan petang'
aku tidak pernah menyesali langkahku,
yang slalu berbelok kekiri,menujumu
dan kemudian melangkah laju menuju mereka
karna dengan begitu,
aku tidak harus sibuk mencandumu disaat malam,
sang bulan juga tidak harus menertawai kita yang rela berlama-lama berkutat pada telfon genggam.
Read More …
Pernah ada ragu di rabu,
sejenak mengaburkan langkahku menujumu,
haruskah aku 'slalu' berbelok kekiri?
menyusuri banda kali hanya untuk menikmati senyuman manis dari gigimu yang rapi?
atau, aku lurus saja?
menuju rumah yang tak pernah kutau warnanya seterang apa sebelum senja?
dengan sedikit memantapkan hati, (ah,oukay,aku sendiri tidak yakin hati ini butuh pemantapan lagi,karna slalu ada sebongkah rindu yang mendesak untuk segera diselesaikan didalam sini)
LAGI aku berbelok kekiri,
kali ini aku disambut dengan ringisanmu tentang betapa panasnya hari,
aku akan menggodamu sedikit untuk membuka usaha eskrim stroberi dineraka nanti,
lalu aku akan mendapat jitakan kecil sembari kau merapikan rambut atau sekedar membenarkan letak kacamata ku dan berkata: 'kamu iniii!!'
dan pasti, beserta senyuman manis dan gigimu yng rapi.
Disini,
waktu tidak ada artinya,sayang
tawa mereka yang begitu riang
mengantarkan sore pengganti siang
dan aku selalu menyukai banda kali dikala petang
ketika aku duduk sendiri ditepi sini,
kau akan menghampiriku untuk sekedar membayar utang,
utang waktu dan cerita, betapa hari ini mengajarkanmu tentang kesabaran, dan betapa hari ini membuatku sadar akan tugas-tugas yang smakin menyesakkan
Disini,
waktu tidak ada artinya,sayang
ketika kau mencuri genggam sepanjang petang
dan (memang) hanya kebahagiaan yang terhidang
dan ya,
aku tidak pernah menyesali langkahku
karna aku tau,ada waktunya aku harus lurus menyusuri jalan yang tak ada habisnya
satu jam mengantarkanku menuju rumah yang warnanya slalu pucat saat aku pulang
aku tidak pernah menyesali langkahku
karna aku tau, ada waktunya aku harus mengurusi dapur
mencuci bersih semua rantang dan pinggan
berbagi kecupan pada dua sosok yang selalu aku sayang,
kepada papa yang selalu menawarkan guyonan tentang ayah yang malang menanti anaknya pulang
kepada mama yang slalu bertanya tentang kebutuhan apa yang masih kurang, alasan yang membuatnya gigih mencari uang
dan aku slalu menjawab mereka dengan lantang ketika duduk didepan pintu melepas spatu keds ku yang agak lapang:
'anakmu akan slalu pulang,Pa. menyisihkan sisa-sisa malam sembari memijat tubuhmu yang kau keluhkan sakit pada tulang'
'anakmu tak kurang sesuatu apapun, Ma. Semuanya cukup. maka tutuplah buku utang itu dan dengarkan bagaimana aku menghabiskan petang'
aku tidak pernah menyesali langkahku,
yang slalu berbelok kekiri,menujumu
dan kemudian melangkah laju menuju mereka
karna dengan begitu,
aku tidak harus sibuk mencandumu disaat malam,
sang bulan juga tidak harus menertawai kita yang rela berlama-lama berkutat pada telfon genggam.
by Ikbal Muhammad
Menjalani hidup ternyata tak semudah yang kupikirkan saat kecil dulu
Ceria yang selalu dari sesosok aku 10 tahun lalu pudar sudah
Dan menghilang entah kemana
Berubah menjadi galau, pesimis dan kusut…
Dulu, tangisku adalah juga bahagiaku
24 jam kulalui tanpa duka, dan terasa lama
Kini waktu seperti hembusan angin
Berlalu, dan yang kurasa hanya lelah
Tidurku tak lagi nyenyak
Mimpi-mimpi penuh dengan aneka kontaminasi
Saat aku memulai mencoba merengek pada ibuku yang semakin tua
Beliau hanya tersenyum seraya berkata, “Kamu sudah Dewasa”
Ah.....
Aku rindu pada saat dimana ku tak peduli pada berapa banyak uang di sakuku
Aku rindu pada saat dimana ku berkhayal tanpa harus menatap jam dinding
Aku rindu pada saat dimana aku tak takut untuk berbagi cinta dengan tulus
Akupun rindu pada saat dimana aku hanya dapat berhitung sampai sepuluh
Kini cita-citaku tak lagi banyak dan tinggi
Tidurku hanya untuk melepas lelah
Senyumku hanya untuk melepas penat
Hari-hari menjadi semakin padat oleh aneka pikiran yang kian sempit
Aku yang sekarang menyesal dengan keadaan
Aku merasa menjadi seorang penyemburu, melancholish, egois, pamrih…
Dulu aku menangis saat ibu memarahiku, kini aku menangis oleh amarahku sendiri
Dan aku mulai berpikir, menjadi dewasa itu menyakitkan…
Read More …
Menjalani hidup ternyata tak semudah yang kupikirkan saat kecil dulu
Ceria yang selalu dari sesosok aku 10 tahun lalu pudar sudah
Dan menghilang entah kemana
Berubah menjadi galau, pesimis dan kusut…
Dulu, tangisku adalah juga bahagiaku
24 jam kulalui tanpa duka, dan terasa lama
Kini waktu seperti hembusan angin
Berlalu, dan yang kurasa hanya lelah
Tidurku tak lagi nyenyak
Mimpi-mimpi penuh dengan aneka kontaminasi
Saat aku memulai mencoba merengek pada ibuku yang semakin tua
Beliau hanya tersenyum seraya berkata, “Kamu sudah Dewasa”
Ah.....
Aku rindu pada saat dimana ku tak peduli pada berapa banyak uang di sakuku
Aku rindu pada saat dimana ku berkhayal tanpa harus menatap jam dinding
Aku rindu pada saat dimana aku tak takut untuk berbagi cinta dengan tulus
Akupun rindu pada saat dimana aku hanya dapat berhitung sampai sepuluh
Kini cita-citaku tak lagi banyak dan tinggi
Tidurku hanya untuk melepas lelah
Senyumku hanya untuk melepas penat
Hari-hari menjadi semakin padat oleh aneka pikiran yang kian sempit
Aku yang sekarang menyesal dengan keadaan
Aku merasa menjadi seorang penyemburu, melancholish, egois, pamrih…
Dulu aku menangis saat ibu memarahiku, kini aku menangis oleh amarahku sendiri
Dan aku mulai berpikir, menjadi dewasa itu menyakitkan…
by Ikbal Muhammad
Spesial sekali tempat ini
Membuat semua orang makan hati
Spesial sekali tempat ini
Membuat semua orang ingin lari
Awalnya sangat menarik
Sangat kontras dengan lainnya
Semua orang sangat sekali tertarik
Namun pada akhirnya...
Semua orang seperti terdepak
Tak kala ada suatu pergantian
Dimasa dimana yang lain telah mulai bersenang
Sungguh mengecewakan tempat ini
Padahal setiap mereka punya ilmu tinggi
Tak bisa memberikan contoh yang berarti
Hanya bisa membuat semua orang kesal dan sakit hati
Semua orang ingin keluar
Namun demi sebuah perjanjian
mentaati apapun itu demi sebuah awalnya karir
Walaupun itu seperti pendepakan
Di luar sana semua orang bercerita
Membandingkan segala halnya
Berbeda walaupun bayarannya sama
Sepertinya..........
Semua orang tak bisa istirahat
Semua orang tak bisa tidur nyenyak
Semua orang benci atas ketidak adilan
Mereka malah cuek dan lanjutt
Terlalu eklusif tempat ini
Semua orang memang harus mentaati
Walaupun pada hari itu merah
Study lanjut lah
Angkuh dan tak punya rasa
Bagaimana dengan semua orang?
Apakah hanya diam melongo saja?
Apakah semua orang akan terus jalan di tempat?
Memang butuh sedikit mental dan keberanian
karna ini bukan sembarangan tempat
Disini sangat eklusif...
yang selalu mengeklusifkan diri
Read More …
Spesial sekali tempat ini
Membuat semua orang makan hati
Spesial sekali tempat ini
Membuat semua orang ingin lari
Awalnya sangat menarik
Sangat kontras dengan lainnya
Semua orang sangat sekali tertarik
Namun pada akhirnya...
Semua orang seperti terdepak
Tak kala ada suatu pergantian
Dimasa dimana yang lain telah mulai bersenang
Sungguh mengecewakan tempat ini
Padahal setiap mereka punya ilmu tinggi
Tak bisa memberikan contoh yang berarti
Hanya bisa membuat semua orang kesal dan sakit hati
Semua orang ingin keluar
Namun demi sebuah perjanjian
mentaati apapun itu demi sebuah awalnya karir
Walaupun itu seperti pendepakan
Di luar sana semua orang bercerita
Membandingkan segala halnya
Berbeda walaupun bayarannya sama
Sepertinya..........
Semua orang tak bisa istirahat
Semua orang tak bisa tidur nyenyak
Semua orang benci atas ketidak adilan
Mereka malah cuek dan lanjutt
Terlalu eklusif tempat ini
Semua orang memang harus mentaati
Walaupun pada hari itu merah
Study lanjut lah
Angkuh dan tak punya rasa
Bagaimana dengan semua orang?
Apakah hanya diam melongo saja?
Apakah semua orang akan terus jalan di tempat?
Memang butuh sedikit mental dan keberanian
karna ini bukan sembarangan tempat
Disini sangat eklusif...
yang selalu mengeklusifkan diri
by Ibeb Dehabebdi
ini merupakan tempat ke 4 yang kudatangi
semua serba berbeda dari yang lama
banyak ruangan yang harus didatangi
tergantung perintah si kepala
ada banyak jenis program disini
dan banyak juga manusia yang hidup disini
semuanya sifatnya berbeda
namun aku kangen di tempat ke 3
kebanyakan berbinis urusan pribadi
dan kebanyakan melihat keatas
kalau ada sebatang rokok
barulah mereka menengok
tapi di 4 maret semuanya bergembira
mainkan musikmu dan mereka akan ikut bersuara
mainkan lelucunmu dan mereka akan tertawa
ini adalah tempat semua jenis sifat, ras, aliran,musik dan gaya
hari ini ku kan kesana untuk dijamu
dan meminta seseorang mengambil gambarku
Read More …
ini merupakan tempat ke 4 yang kudatangi
semua serba berbeda dari yang lama
banyak ruangan yang harus didatangi
tergantung perintah si kepala
ada banyak jenis program disini
dan banyak juga manusia yang hidup disini
semuanya sifatnya berbeda
namun aku kangen di tempat ke 3
kebanyakan berbinis urusan pribadi
dan kebanyakan melihat keatas
kalau ada sebatang rokok
barulah mereka menengok
tapi di 4 maret semuanya bergembira
mainkan musikmu dan mereka akan ikut bersuara
mainkan lelucunmu dan mereka akan tertawa
ini adalah tempat semua jenis sifat, ras, aliran,musik dan gaya
hari ini ku kan kesana untuk dijamu
dan meminta seseorang mengambil gambarku
by Isna Beckham Vladdia Tsvez
Aku sedang terlarut dalam pikiranku saat hujan menemani perjalanan pulangku kemarin
Aku ingat kamu
Karna hujan dan kepingan kenangan itu
Mungkin aku orang paling egois
Yang dengan seenaknya mematenkan bahwa kamu terlahir untukku dan aku tercipta untukmu..
dan dengan soknya mengatakan bahwa aku adalah orang yang tepat untukmu..
juga dengan sombongnya berikrar kalau tak ada yang menyayangi kamu seperti yang aku lakukan..
tapi, Perasaan yang ku usung untukmu selama ini, sudah tak ada..
dan tetap saja aku tak bisa menghindari bayanganmu dalam kehidupanku..
Tentu saja tak bisa kupungkiri,
Aku pernah menyakiti, tersakiti, dan disakiti…
Hal itu membuatku menilai segala hal dari sudut pandang paling picik,
Aku pernah bahagia saat mereka bersedih,
Dan sakit hati melihat mereka bahagia..
Saat aku mencoba sedikit saja mengikhlaskanmu,
Mataku juga sedikit terbuka dan menyadarkanku,
Ternyata di hari-hari ku gak Cuma ada kamu,
Tapi juga ada mereka…
Mereka yang mendekat saat kubilang menjauh..
Atau Mereka yang menangis saat kusuruh tertawa..
Mereka yang menamparku dengan jutaan tawa..
Juga mereka yang setia menikamku dengan kasih sayang...
Mereka yang membisikkan kata “I’m with you”..
Dan Mereka yang selalu meneriakkan kata “you are not alone”..
Dan ternyata,
Disini gak harus ada kamu,
Karna aku hanya butuh mereka..
spesial thx buat mereka2ku..
hehehe...
thx dah ngisi hari2 na..
you are guys, sucha good sibling eva!!
thx for the brothership!!
hahhaa
Read More …
Aku sedang terlarut dalam pikiranku saat hujan menemani perjalanan pulangku kemarin
Aku ingat kamu
Karna hujan dan kepingan kenangan itu
Mungkin aku orang paling egois
Yang dengan seenaknya mematenkan bahwa kamu terlahir untukku dan aku tercipta untukmu..
dan dengan soknya mengatakan bahwa aku adalah orang yang tepat untukmu..
juga dengan sombongnya berikrar kalau tak ada yang menyayangi kamu seperti yang aku lakukan..
tapi, Perasaan yang ku usung untukmu selama ini, sudah tak ada..
dan tetap saja aku tak bisa menghindari bayanganmu dalam kehidupanku..
Tentu saja tak bisa kupungkiri,
Aku pernah menyakiti, tersakiti, dan disakiti…
Hal itu membuatku menilai segala hal dari sudut pandang paling picik,
Aku pernah bahagia saat mereka bersedih,
Dan sakit hati melihat mereka bahagia..
Saat aku mencoba sedikit saja mengikhlaskanmu,
Mataku juga sedikit terbuka dan menyadarkanku,
Ternyata di hari-hari ku gak Cuma ada kamu,
Tapi juga ada mereka…
Mereka yang mendekat saat kubilang menjauh..
Atau Mereka yang menangis saat kusuruh tertawa..
Mereka yang menamparku dengan jutaan tawa..
Juga mereka yang setia menikamku dengan kasih sayang...
Mereka yang membisikkan kata “I’m with you”..
Dan Mereka yang selalu meneriakkan kata “you are not alone”..
Dan ternyata,
Disini gak harus ada kamu,
Karna aku hanya butuh mereka..
spesial thx buat mereka2ku..
hehehe...
thx dah ngisi hari2 na..
you are guys, sucha good sibling eva!!
thx for the brothership!!
hahhaa
by Just Abim
Buntu...tertawalah seekor lembu..
Otak ku tak lagi dapat men-deskripsi-kan makna...
ketika realita di peraduanku mulai mengikis inspirasi...
hanya saja terniat hilangkan dukamu
segala kemungkinan telah ku tanya...
namun dia...dia, tak hendak mengisi
kosong...bohong
yang kurasa hanya penat, pekat,
tak mampu lagi kutuliskan makna-makna singkat sebait puisi
tentangmu adalah secuil kisah yang kau sebut luka lama
tak kuhiraukan anjing melolong..
ku hanya ingin bawa sepotong senyum untukmu...biar dekat
ingin kujaga dan ku hadirkan lagi setiap pagi
kemarin, kini, dan esok untuk berbagi tawa
tentangmu adalah sedikit masa dari realita
setetes kemungkinan yang kujadikan harapan
ku goreskan lagi tinta ku ...
hanya setitik inspirasi yang kupunya..
namun cukuplah tuk hilangkan beban
jika tlah datang waktumu, tuliskan luka itu padaku...
kita perdebatkan lagi kemungkinan itu....
Read More …
Buntu...tertawalah seekor lembu..
Otak ku tak lagi dapat men-deskripsi-kan makna...
ketika realita di peraduanku mulai mengikis inspirasi...
hanya saja terniat hilangkan dukamu
segala kemungkinan telah ku tanya...
namun dia...dia, tak hendak mengisi
kosong...bohong
yang kurasa hanya penat, pekat,
tak mampu lagi kutuliskan makna-makna singkat sebait puisi
tentangmu adalah secuil kisah yang kau sebut luka lama
tak kuhiraukan anjing melolong..
ku hanya ingin bawa sepotong senyum untukmu...biar dekat
ingin kujaga dan ku hadirkan lagi setiap pagi
kemarin, kini, dan esok untuk berbagi tawa
tentangmu adalah sedikit masa dari realita
setetes kemungkinan yang kujadikan harapan
ku goreskan lagi tinta ku ...
hanya setitik inspirasi yang kupunya..
namun cukuplah tuk hilangkan beban
jika tlah datang waktumu, tuliskan luka itu padaku...
kita perdebatkan lagi kemungkinan itu....
by Retmonth Bensal Poetra
kembali kusambut sapaan matahari yang dulu telah sempat kunamai
dengan sisa kopi kemarin,kutawarkan sadar yang tak acuh menunggu disudut kamarku
ah....terlihat sisa potongan cerita kemarin
masih saja berserakan dilantai itu....
kembali,halaman kemarin kukumpulkan satu-satu
hendak sejenak berpura atas cerita
cerita yang sedikit kau lampirkan tawa riang pada alamatnya
dan pada serbuk-serbuk senja,aku sengaja mengikatkan-nya dengan sepotong cerita untuk masa depan
atau apalah namanya.....
dan pada langit yang berpendar diatas ku
aku hanyalah mencoba mengurai langkah menuju bulan
sejenak menitipkan rasa miriis yang sedari kemarin terus kusimpan
miris yang terselip pada ujung-ujung rambutku
nyeri diperutku
iri dikepalaku
dan tentu saja kau
potongan senja yang membasuh abu-abu di langit-ku
Read More …
kembali kusambut sapaan matahari yang dulu telah sempat kunamai
dengan sisa kopi kemarin,kutawarkan sadar yang tak acuh menunggu disudut kamarku
ah....terlihat sisa potongan cerita kemarin
masih saja berserakan dilantai itu....
kembali,halaman kemarin kukumpulkan satu-satu
hendak sejenak berpura atas cerita
cerita yang sedikit kau lampirkan tawa riang pada alamatnya
dan pada serbuk-serbuk senja,aku sengaja mengikatkan-nya dengan sepotong cerita untuk masa depan
atau apalah namanya.....
dan pada langit yang berpendar diatas ku
aku hanyalah mencoba mengurai langkah menuju bulan
sejenak menitipkan rasa miriis yang sedari kemarin terus kusimpan
miris yang terselip pada ujung-ujung rambutku
nyeri diperutku
iri dikepalaku
dan tentu saja kau
potongan senja yang membasuh abu-abu di langit-ku
by Essa Almallia Rahmi
Tak perlu kau tanyakan mengapa mataku tak kunjung terpejam,sayang..
Meski waktu kian merangkak di dua per tiga malam
Karna pun dalam diam
Aku paham
Ketika adegan yang diputar berulang-ulang oleh kepalaku tak mampu kuredam
Semata karena rinduku legam
Kemarin, aku tidak membenci tempat pemberhentian, sayang..
Toh mereka hanyalah ruang yang memisahkan kedatangan dengan kepergian
Mimpi dan kenyataan
Yang berisi lambaian tangan dan senyum (yang dicoba) tanpa paksaan
Namun itu kemarin, sebelum kusadar
Bahwa rinduku legam
Lalu kemarin, kau datang dengan teori-teori tentang keikhlasan
Mungkin
Dulu
Aku menemukan hatinya dalam pelukan hujan, pun melepasnya hampir dilangit yang sama, dengan rintik yang sama banyaknya
Tapi bukan berarti jika sekarang hujan masih menyentil sisi romantisme ku, dia yang aku kenang!
Apa kau lupa bahwa kita punya sesuatu tentang hujan yang lebih bisa dibanggakan?
Kau menyebutnya apa?
Sepanjang jalan kenangan?
(aku bahkan masih mengingat tiap ledekan yang ku katakan padamu malam itu)
Ya, saat itu hujan
Kita juga tidak peduli apakah payung kecil itu mampu melindungi kita berdua dari derasnya hujan, dan aku bergelayut manja dilenganmu sembari tak henti berharap jarak antara air tawar – ulak karang bisa sepuluh kilometer lebih jauh, sehingga aku bisa berlama-lama bersandar di gelak tawamu yang temaram
Mungkin
Dulu
Akulah si pengeja luka
Seakan waktu tak mampu menggerus sakit yang kian meraja
Lalu apa?
Toh dibagian ini aku punya pembelaan
Pengalaman pertama – ditinggalkan – cukup mencabik ego ku sebagai wanita
Bahkan aku sempat sampai pada kesimpulan: bahwa kaum mu penuh dengan ke egois an, ke BULLSHIT an dan derajat nol besar yang rasaksa!
Namun aku tak serta merta lupa
Karena sekarang aku memilki kamu
Satu sosok yang selama seribu dua ratus hari terakhir ini selalu mengajarkanku bagaimana cara memaknai rasa
Jangan berburu dalam masa lalu, sayang..
Jangan mulai bertanya dengan kalimat-kalimat yang menggunakan frasa - dulu –
Mereka semua prasasti
Meski memiliki hari-hari tertentu menuntut untuk diperingati
Sungguh, kita bahkan sama-sama mengerti bagaimana cara memaknai masa lalu
Tak perlu kau coba urai satu persatu dengan kenyataan-kenyataan yang tiba-tiba singgahi kepalamu
Karena kita menempatkan kenangan-kenangan itu di kotak-kotak berbeda yang tak sempat kita namai, sengaja untuk tidak dinamai tepatnya, agar ketika masa-masa seperti sekarang datang, kita tau pasti mencoba membukanya kembali adalah kegagalan mengikhlaskan
Maka, sayang..
Mataku semakin urung terpejam
Sesak, menemukan bongkahan perasaan ini ternyata wujud rinduku yang legam
Dan seiring kelopak mata yang kupaksa tertutup demi membunuh kelam
Aku bergumam, tidak,aku mengeja :
DIA hanyalah m-a-n-t-a-n
KAMU adalah m-a-s-a-d-e-p-a-n
Mudah-mudahan.
Read More …
Tak perlu kau tanyakan mengapa mataku tak kunjung terpejam,sayang..
Meski waktu kian merangkak di dua per tiga malam
Karna pun dalam diam
Aku paham
Ketika adegan yang diputar berulang-ulang oleh kepalaku tak mampu kuredam
Semata karena rinduku legam
Kemarin, aku tidak membenci tempat pemberhentian, sayang..
Toh mereka hanyalah ruang yang memisahkan kedatangan dengan kepergian
Mimpi dan kenyataan
Yang berisi lambaian tangan dan senyum (yang dicoba) tanpa paksaan
Namun itu kemarin, sebelum kusadar
Bahwa rinduku legam
Lalu kemarin, kau datang dengan teori-teori tentang keikhlasan
Mungkin
Dulu
Aku menemukan hatinya dalam pelukan hujan, pun melepasnya hampir dilangit yang sama, dengan rintik yang sama banyaknya
Tapi bukan berarti jika sekarang hujan masih menyentil sisi romantisme ku, dia yang aku kenang!
Apa kau lupa bahwa kita punya sesuatu tentang hujan yang lebih bisa dibanggakan?
Kau menyebutnya apa?
Sepanjang jalan kenangan?
(aku bahkan masih mengingat tiap ledekan yang ku katakan padamu malam itu)
Ya, saat itu hujan
Kita juga tidak peduli apakah payung kecil itu mampu melindungi kita berdua dari derasnya hujan, dan aku bergelayut manja dilenganmu sembari tak henti berharap jarak antara air tawar – ulak karang bisa sepuluh kilometer lebih jauh, sehingga aku bisa berlama-lama bersandar di gelak tawamu yang temaram
Mungkin
Dulu
Akulah si pengeja luka
Seakan waktu tak mampu menggerus sakit yang kian meraja
Lalu apa?
Toh dibagian ini aku punya pembelaan
Pengalaman pertama – ditinggalkan – cukup mencabik ego ku sebagai wanita
Bahkan aku sempat sampai pada kesimpulan: bahwa kaum mu penuh dengan ke egois an, ke BULLSHIT an dan derajat nol besar yang rasaksa!
Namun aku tak serta merta lupa
Karena sekarang aku memilki kamu
Satu sosok yang selama seribu dua ratus hari terakhir ini selalu mengajarkanku bagaimana cara memaknai rasa
Jangan berburu dalam masa lalu, sayang..
Jangan mulai bertanya dengan kalimat-kalimat yang menggunakan frasa - dulu –
Mereka semua prasasti
Meski memiliki hari-hari tertentu menuntut untuk diperingati
Sungguh, kita bahkan sama-sama mengerti bagaimana cara memaknai masa lalu
Tak perlu kau coba urai satu persatu dengan kenyataan-kenyataan yang tiba-tiba singgahi kepalamu
Karena kita menempatkan kenangan-kenangan itu di kotak-kotak berbeda yang tak sempat kita namai, sengaja untuk tidak dinamai tepatnya, agar ketika masa-masa seperti sekarang datang, kita tau pasti mencoba membukanya kembali adalah kegagalan mengikhlaskan
Maka, sayang..
Mataku semakin urung terpejam
Sesak, menemukan bongkahan perasaan ini ternyata wujud rinduku yang legam
Dan seiring kelopak mata yang kupaksa tertutup demi membunuh kelam
Aku bergumam, tidak,aku mengeja :
DIA hanyalah m-a-n-t-a-n
KAMU adalah m-a-s-a-d-e-p-a-n
Mudah-mudahan.

